7 Olahraga untuk Penderita Skoliosis yang Masih Aman untuk Dilakukan

7 Olahraga untuk Penderita Skoliosis yang Masih Aman untuk Dilakukan

Sumber: Life Extension

Bagi para penderita skoliosis pasti sering merasa bimbang ketika mau berolahraga.  Di satu sisi ingin menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga, tetapi di sisi lain khawatir gerakan yang dilakukan akan memperburuk keadaan. Selagi kamu melakukan jenis olahraga yang sesuai kamu tidak perlu merasa khawatir. 

Ada beberapa jenis olahraga untuk penderita skoliosis yang bisa dilakukan. Mulai dari berenang, pilates, hingga jalan kaki. Intinya, kamu harus memilih olahraga yang gerakannya bisa memperkuat otot inti, fokus pada fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Bukan olahraga yang punya banyak gerakan cepat serta banyak gestur membungkuk. 

Jenis-jenis olahraga untuk penderita skoliosis ini penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan kekuatan tulang. Juga untuk mengurangi rasa nyeri pada punggung terutama jika tubuh jarang digerakkan atau jarang stretching. Berikut beberapa olahraga untuk skoliosis yang bisa kamu lakukan! 

Berenang
Olahraga untuk penderita skoliosis yang aman untuk dilakukan adalah berenang. Jenis olahraga ini jadi pilihan terbaik karena dilakukan di dalam air, sehingga tekanan pada tulang belakang berkurang drastis. Tubuh akan terasa lebih ringan, maka risiko cedera menjadi lebih kecil. Gerakan berenang membantu melatih keseimbangan dan simetri otot tanpa memberi beban berlebih pada sendi. 

Selain itu, aktivitas ini juga meningkatkan daya tahan tubuh serta membuat tubuh terasa bugar. Agar tetap aman, kamu disarankan memilih gaya bebas atau gaya punggung. Kedua gaya ini membuat tulang belakang berada dalam posisi relatif netral dan tidak terlalu banyak melakukan rotasi ekstrem. Lakukan gerakan secara perlahan dan fokus pada ritme napas. Dengan rutin berenang, postur tubuh bisa terasa lebih rileks dan stabil.

Sumber: Shutterstock

Pilates
Pilates dikenal sebagai latihan untuk skoliosis ringan, karena gerakannya yang halus, perlahan dan terkontrol. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti, keseimbangan, serta kesadaran postur tubuh. Gerakan yang dilakukan secara bertahap membuat tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi. Inilah yang membuat pilates relatif aman dan nyaman dilakukan.

Dengan melakukan pilates secara rutin, nantinya bisa membantu memperbaiki postur dan mengurangi ketegangan di area punggung. Meski tidak dapat menyembuhkan kelengkungan tulang belakang, pilates efektif dalam membantu mengelola gejala skoliosis ringan. Kamu juga akan belajar memanjangkan tulang belakang dan menopangnya dengan otot dalam. Sebelum memulai, tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter. 

Yoga
Pilihan olahraga untuk skoliosis selanjutnya adalah yoga. Olahraga ini juga memiliki konsep gerakan yang santai dan berfokus pada pernapasan serta fleksibilitas tubuh. Untuk skoliosis ringan, yoga dapat membantu meregangkan otot yang kaku dan menguatkan otot yang lemah. Gerakan yoga juga membantu tubuh menjadi lebih rileks, sehingga nyeri punggung bisa berkurang.

Beberapa pose yoga yang direkomendasikan antara lain Mountain Pose, Cat-Cow, Child’s Pose. Fokus utama yoga untuk penderita skoliosis adalah menciptakan keseimbangan dan simetri, bukan meluruskan lengkungan secara instan. Penting bagi kamu untuk berlatih dengan instruktur yang memahami kondisi skoliosis, agar latihan yang dilakukan tetap aman tanpa cedera apapun. 

Baca juga: Ini 6 Perbedaan Exercise dan Olahraga yang Mirip Tetapi Tak Sama!

Jalan Kaki
Bagi para penderita skoliosis, salah satu latihan untuk skoliosis ringan adalah berjalan kaki. Jenis olahraga ini gerakannya sederhana dan minim risiko. Aktivitas ini membantu memperkuat otot kaki sehingga mampu menopang tubuh dengan lebih baik. Gerakannya tidak memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang.

Supaya manfaatnya maksimal, perhatikan postur tubuh saat berjalan. Pastikan punggung tegak, bahu sejajar, dan dagu sedikit terangkat. Hindari membawa tas atau barang berat yang bisa membebani tubuh. Selama berjalan bisa sambil melakukan peregangan supaya otot tetap lentur dan nyeri punggung berkurang. 

Sepeda Statis
Olahraga untuk penderita skoliosis selanjutnya adalah bersepeda, tetapi pilihlah sepeda statis. Posisi tubuh ketika berolahraga dengan sepeda statis lebih stabil dan punggung tetap tegak. Berbeda dengan road bike atau MTB yang memaksa punggung condong ke depan. 

Olahraga ini efektif untuk melatih otot kaki dan panggul tanpa memberi tekanan berlebih pada tulang belakang. Kamu bisa mengatur intensitas sesuai kemampuan tubuh. Pastikan posisi sadel dan stang sudah sesuai agar postur tetap nyaman. Dengan rutin bersepeda statis, kebugaran tubuh tetap terjaga tanpa perlu khawatir resikonya.

Sumber: Peloton

Gerakan Pelvic Tilts
Latihan yang bisa dilakukan selanjutnya adalah melakukan gerakan pelvic tilts. Gerakan ini berfokus pada penguatan otot inti, khususnya di area panggul dan punggung bawah. Latihan ini juga membantu meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi ketegangan otot. Gerakannya ringan dan benar-benar bisa membuat otot renggang, akan terasa nyaman ketika melakukan gerakan stretching ini. 

Cara melakukannya cukup mudah, kamu hanya perlu berbaring dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menempel di lantai. Angkat panggul perlahan, tahan beberapa detik, lalu turunkan kembali. Lakukan dengan napas teratur dan tanpa paksaan. Jangan lupa melakukan pemanasan dan peregangan ringan sebelum latihan agar tubuh lebih siap.

Plank
Setelah melakukan gerakan pelvic tilts, kamu bisa lanjutkan dengan gerakan plank, terutama side plank. Gerakan ini dapat membantu memperkuat otot inti yang berperan penting dalam menopang tulang belakang. Latihan ini membantu meningkatkan stabilitas dan keseimbangan tubuh. Dengan otot inti yang kuat, postur tubuh akan lebih terjaga. 

Fokus utama saat plank adalah menjaga bahu dan panggul tetap sejajar. Untuk penderita skoliosis, side plank sering direkomendasikan karena bisa menargetkan sisi tubuh yang lebih lemah. Lakukanlah gerakan ini secara rutin supaya efeknya dirasakan oleh tubuh, dan pastikan sebelum memilih olahraga sudah berdasarkan anjuran terapis atau dokter berpengalaman. 

Itulah beberapa pilihan olahraga yang bisa dilakukan bagi para penderita skoliosis. Supaya selama olahraga bisa terus merasa rileks dan santai, pastikan kamu sambil mendengarkan musik menggunakan Shokz OpenDots One. TWS ini diciptakan khusus untuk kamu yang menyukai olahraga. Desain Open-Ear Clip-On sangat nyaman untuk digunakan, bahkan ketika berolahraga.

Suara yang dihasilkan terasa sangat premium karena punya teknologi dolby audio. Daya tahan baterainya juga tinggi, hingga pemakaian 40 jam. Tentunya, kamu bisa membelinya melalui Urban Republic. Ada banyak penawaran harga khusus, jaminan barang original hingga penawaran gratis ongkos kirim setiap pembelian di Urban Republic. Pastikan kamu sudah bergabung menjadi member MyEraspace untuk nikmati keuntungan belanja lainnya! 

Baca juga: 5 Pilihan Olahraga untuk Ibu Hamil yang Aman untuk Dilakukan



Copyright © 2013-present Magento, Inc. All rights reserved.