8 Rekomendasi Tempat Wisata di Banda Neira yang Wajib Kunjungi

8 Rekomendasi Tempat Wisata di Banda Neira yang Wajib Kunjungi

Sumber: Adventure Life

Indonesia terkenal dengan keindahan alam dan banyaknya tempat bersejarah yang bisa terbuka sebagai tempat wisata bersejarah. Salah satu kawasan wisata tersebut adalah Banda Neira, sebuah pulau kecil di Kepulauan Banda yang menyimpan jejak panjang masa kejayaan perdagangan rempah dunia. Pulau ini banyak menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara karena menawarkan eksotisme keindahan alam yang luar biasa.

Apalagi ada banyak tempat wisata di Banda Neira yang bisa kamu kunjungi, mulai dari bangunan peninggalan kolonial yang masih kokoh hingga spot snorkeling dan diving dengan keindahan bawah laut yang menakjubkan. Banda Neira bisa jadi pilihan destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi saat liburan akhir tahun nanti. Yuk, simak sejumlah rekomendasi tempat wisata di Banda Neira yang bisa kamu kunjungi saat liburan panjang.

Benteng Belgica

Salah satu rekomendasi tempat wisata di Banda Neira yang bisa dipertimbangkan untuk agenda liburanmu adalah Benteng Belgica. Benteng ini dibangun sejak 1611 atas perintah VOC untuk memperkuat Benteng Nassau yang dulu mudah diserang dari bukit. Melalui proses renovasi dan pembangunan ulang pada era 1660–1673, struktur benteng berubah menjadi benteng berdenah pentagonal dengan dinding batu kokoh.

Benteng Belgica mengusung desain militer ala kolonial yang bertujuan mempertahankan monopoli rempah-rempah di kawasan Banda. Saat mengunjungi Kepulauan Banda, kamu bisa menyempatkan diri untuk berkunjung ke Benteng Belgica karena menawarkan panorama yang sangat spektakuler. Dari atas tembok pertahanan, kamu bisa melihat hamparan laut biru, atap-atap rumah di kota kecil Banda Neira, hingga pemandangan megah Gunung Api di kejauhan.

Apple_Music_ReplaySumber: Wikimedia

Rumah Pengasingan Bung Hatta

Rekomendasi tempat wisata di Banda Neira atau Kepulauan Banda selanjutnya adalah Rumah Pengasingan Bung Hatta. Ketika kamu mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Hatta di Banda Neira, kamu akan langsung disambut oleh sebuah bangunan putih sederhana yang menyimpan sejarah besar. Bangunan ini dibangun di atas lahan seluas 660 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 441 meter persegi. Bangunan ini dulunya menjadi tempat pengasingan bagi Mohammad Hatta pada masa kolonial Belanda antara tahun 1936 hingga 1942.

Saat melangkah masuk, kamu bisa menelusuri jejak masa lalu yang pernah dilalui oleh Bung Hatta pada sudut-sudut ruang tamu, kamar tidur, hingga meja kerja dengan mesin tik kuno yang masih terawat. Di bagian belakang rumah, dulu Bung Hatta sempat mendirikan sebuah sekolah sore untuk anak-anak lokal di Banda Neira. Terdapat deretan bangku dan papan tulis peninggalan sekolah yang masih bisa dilihat hingga kini.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Gratis di Jakarta, Pas untuk Dikunjungi Saat Weekend!

Pulau Syahrir

Kepulauan Banda menyimpan banyak wisata bersejarah yang sangat sayang untuk kamu lewatkan. Salah satunya adalah Pulau Syahrir atau yang dulu dikenal sebagai Pulau Pisang. Pulau ini dinamakan Pulau Syahrir karena dahulu Sutan Syahrir sering mengunjungi pulau ini selama masa pengasingannya. Jaraknya sekitar 30 menit dengan perahu dari pusat pulau Banda Neira sehingga sangat cocok jadi bagian dari agenda liburan kamu ke Banda Neira.

Uniknya lagi, Pulau Syahrir juga terkenal sebagai surga bagi penyelam dan pecinta snorkeling karena menawarkan keindahan terumbu karang yang masih sehat, biota laut yang beragam, dan spot-spot menyelam dengan kedalaman rata-rata 18–25 meter. Terlebih lagi kamu juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang memesona.

Rumah Budaya Banda Neira

Rumah Budaya Banda Neira menjadi salah satu tempat wisata di Banda Neira yang wajib kamu kunjungi. Terletak tidak jauh dari pelabuhan utama di Banda Neira, rumah ini dulunya milik Des Alwi yang merupakan sejarawan penting di sana dan sekaligus anak angka Bung Hatta. Di dalamnya, kamu bisa menemukan beragam koleksi artefak sejarah, mulai dari meriam tua hasil masa kolonial, uang kuno, hingga keramik dan benda-benda rumah tangga tradisional.

Koleksi artefak yang tersimpan di Rumah Budaya Banda Neira ini merupakan saksi bisu pergulatan sejarah perdagangan rempah, kolonialisme, serta daya tahan komunitas lokal. Selain itu, Rumah Budaya Banda Neira bisa menjadi sarana edukasi yang akan memberi kesempatan bagi kamu untuk memahami warisan budaya lokal, sejarah, dan dinamika identitas komunitas Banda Neira.

Benteng Nassau

Salah satu rekomendasi tempat wisata di Kepulauan Banda selanjutnya adalah Benteng Nassau yang merupakan benteng pertama yang dibangun oleh VOC di Kepulauan Banda sebagai pusat pengendalian perdagangan pala. Benteng ini selesai dibangun tahun 1609 di atas pondasi yang dulu sempat dirintis oleh Portugis dengan struktur bangunan berbentuk empat bastion di setiap sudut dan dinding tebal dari batu karang.

Pulau Hatta atau Rozengain

Rekomendasi tempat wisata di Banda Neira yang bisa kamu kunjungi selanjutnya adalah Pulau Hatta atau Rozengain. Saat kamu meluncur dari pulau utama menuju Pulau Hatta, kamu akan disambut oleh pasir putih, air laut jernih, dan suasana pulau kecil yang tenang. Pulau ini terletak di timur gugusan kepulauan Banda Neira serta bisa dijangkau sekitar 1 jam dengan kapal dari Banda Neira.

Daya tarik utama Pulau Hatta ada pada keindahan bawah lautnya dengan menawarkan terumbu karang, saluran-saluran laut (reef drop-off) yang menantang, serta biota laut yang kaya. Tidak jarang banyak wisatawan yang menjadikannya destinasi favorit untuk snorkeling maupun diving.

Apple_Music_ReplaySumber: Adventure Indonesia

Istana Mini Banda Neira

Salah satu rekomendasi tempat wisata di Banda Neira yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Istana Mini Banda Neira. Saat kamu mengunjungi Istana Mini Banda Neira, kamu akan menemukan sebuah bangunan bersejarah yang membawa jejak masa kolonial Belanda di Banda Neira. Tempat ini sempat dijuluki “istana kecil” karena arsitekturnya yang menyerupai istana pemerintahan, tetapi dengan skala yang lebih modest.

Dulunya, Istana Mini berfungsi sebagai kantor pemerintahan dan kediaman pejabat tinggi VOC ketika mengontrol perdagangan pala dan rempah di Kepulauan Banda. Meskipun telah melewati zaman dan sempat tertinggal, kini Istana Mini tengah dalam proses revitalisasi untuk menjaga kelestariannya.

Lava Flow

Uat kamu yang suka snorkeling atau diving, Lava Flow menjadi salah satu tempat wisata di Banda Neira yang tidak boleh kamu lewatkan selanjutnya. Lokasi Lava Flow berada di utara Gunung Api Banda yang terletak sekitar 25 menit perjalanan perahu dari pusat Banda Neira. Setelah letusan di tahun 1988 yang menutup dasar laut dengan lava, terumbu karang kemudian tumbuh kembali di atas permukaan lava tersebut dan ternyata tumbuh lebih cepat serta lebih rapat dibandingkan sebelumnya.

Lava Flow menawarkan keindahan alam bawah laut yang terdiri dari batu karang yang subur, koloni karang keras, serta keberagaman biota laut yang kaya. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang suka snorkeling maupun diving di perairan yang dangkal.

Nah, itu dia sejumlah rekomendasi tempat wisata di Banda Neira yang sangat layak untuk kamu coba kunjungi. Namun, jangan lupa untuk merekam setiap aktivitas liburanmu di Banda Neira dengan kamera DJI Osmo Nano. Berkat desainnya yang compact, perangkat ini sangat mudah dibawa saat berjalan-jalan. DJI Osmo Nano ini juga mampu menghasilkan video beresolusi 4K yang tajam dan enak ditonton sehingga sangat cocok untuk mengabadikan momen perjalananmu.

Kamu bisa mendapatkan DJI Osmo Nano langsung melalui Urban Republic. Tersedia berbagai promo menarik, mulai dari potongan harga, voucher belanja, hingga penawaran gratis ongkir dan bonus poin MyEraspace. Jangan lewatkan kesempatan memiliki kamera praktis untuk kebutuhan vlog liburanmu hanya di Urban Republic.

Baca juga: 6 Destinasi Road Trip di Indonesia yang Punya Pemandangan Indah



Copyright © 2013-present Magento, Inc. All rights reserved.