Alasan Mengapa Game Kompetitif Bikin Emosi, Namun Disukai

Alasan Mengapa Game Kompetitif Bikin Emosi, Namun Disukai

Sumber: istockphoto

Tidak bisa dipungkiri bahwa di balik keseruan game kompetitif, terdapat sisi negatif yaitu membuat intensitas emosi para pemainnya menjadi lebih tinggi. Bahkan bagi sebagian orang game kompetitif dirasa membuat frustasi karena harus mengalami kekalahan terus-menerus. Mengingat, setiap pemain akan berhadapan dengan pemain lainnya yang memiliki tujuan sama yaitu menang.

Tidak heran jika faktor ini menjadi penyebab munculnya tekanan sosial serta mental yang mendorong emosi lebih mudah terpancing. Hal ini biasanya diikuti dengan keluarnya kata-kata kasar sebagai luapan emosi yang naik. Hanya saja, bermain game kompetitif ini justru semakin banyak diminati walaupun bikin emosi. Hal ini karena sejumlah alasan. Penasaran dengan sejumlah alasan yang dimaksud? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Keinginan untuk Selalu Menang
Salah satu alasan game kompetitif selalu bikin emosi adalah dorongan untuk selalu meraih kemenangan. Menang adalah hal yang sering dipandang sebagai bukti kemampuan dan pencapaian pribadi sehingga memberi kepuasan tersendiri bagi setiap pemain. Saat posisi unggul terancam, maka tekanan menjadi meningkat dan emosi negatif akan muncul tanpa disadari.

Di sisi lain, kekalahan sering kali dianggap sebagai hal yang memalukan atau sebuah kegagalan diri, bukan hanya sekadar hasil permainan. Perasaan kesal, frustrasi, hingga menyalahkan diri sendiri atau orang lain sering muncul setelah kalah. Kondisi ini membuat emosi pemain naik turun dengan cepat dalam waktu singkat. Jika tidak dikelola dengan baik, siklus menang kalah bisa memicu stres dan mengurangi kesenangan dalam bermain.

Sumber: istockphoto

Sistem Peringkat Menjadi Tolak Ukur Penilaian Publik
Lanjut ke alasan mengapa game kompetitif bisa bikin emosi adalah adanya sistem peringkat sebagai tolok ukur kemampuan dan pencapaian setiap pemain. Saat peringkat meningkat, muncul rasa bangga dan kepuasan karena usaha yang dilakukan terasa terbayar. Rank tidak hanya sekadar angka, namun simbol status yang sering kali dijadikan pembanding dengan pemain lain.

Ketika peringkat menurun, dampak emosionalnya bisa cukup besar karena pemain merasa kerja kerasnya sia-sia atau kemampuannya dipertanyakan, baik oleh diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Naik-turunnya peringkat membuat emosi terus berada pada level tinggi, apalagi jika rank tidak kunjung naik. Tekanan sosial muncul karena pemain takut dianggap kurang memiliki skill dibandingkan yang lain.

Interaksi dengan Pemain Lain
Ketika bermain game kompetitif, setiap pemain berhadapan langsung dengan orang lain yang tidak selalu bermain secara sportif. Komunikasi kasar, provokasi, hingga sikap meremehkan sering kali memicu emosi secara spontan. Hal ini menjadi sesuatu yang jarang terjadi saat melawan AI yang justru lebih netral dan terprediksi.

Interaksi antar manusia ini membuat suasana permainan terasa lebih panas dan penuh tekanan. Ditambah dengan sistem tim yang justru meningkatkan kompleksitas emosi sehingga kesalahan satu orang saja berdampak pada hasil seluruh tim yang membuat tekanan dari rekan setim sering kali memperbesar rasa bersalah maupun frustasi.

Pemain yang tampil buruk cenderung langsung disalahkan, baik secara terbuka maupun tersirat. Akibatnya, bukannya menjadi sarana pelepas stres, game kompetitif justru bisa menimbulkan tekanan psikologis cukup berat.

Baca juga: 4 Cara Mendapatkan Candy Blossom di Grow a Garden

Adrenalin Meningkat dengan Situasi Berjalan Cepat
Salah satu alasan game kompetitif sering kali bikin emosi karena alur permainan yang berjalan cepat sehingga refleks dan pengambilan keputusan harus dilakukan dalam waktu singkat. Tekanan ini yang memicu pelepasan adrenalin, hormon membuat tubuh lebih siaga, dan emosi terasa lebih kuat. Detak jantung meningkat, konsentrasi mengerucut, dan fokus pemain tertuju sepenuhnya pada satu hal yaitu kemenangan.

Kondisi ini membuat pengalaman bermain terasa menegangkan sekaligus memacu semangat. Selain itu, lonjakan adrenalin bisa berdampak negatif pada kontrol emosi. Reaksi pemain cenderung menjadi lebih spontan dan berlebihan karena tidak sesuai harapan. Hal ini yang menjadi alasan emosi dalam game kompetitif berfluktuasi tajam dan sulit diredam khususnya saat game di fase paling intens.

Sumber: istockphoto

Akun Game Mewakili Identitas Pemain
Bagi sebagian pemain, akun game menjadi representasi dari waktu, usaha, dan pencapaian yang telah dibangun. Semakin lama akun dimainkan, maka semakin kuat pula rasa keterikatan emosional yang muncul. Ketika akun mengalami kekalahan atau dipermalukan di hadapan pemain lain, jelas perasaan pribadi ikut terdampak.

Situasi ini membuat reaksi emosional terasa lebih dalam dibandingkan sekadar kalah bermain saja. Apalagi banyak pemain yang tanpa sadar mengaitkan performa karakter di dalam game dengan kemampuan diri sendiri. Kritik terhadap cara bermain sering kali diterjemahkan sebagai serangan personal, bukan sekadar masukan teknis. Akibatnya, emosi mudah tersulut dan sulit dipisahkan antara permainan dan harga diri.

Itu dia sejumlah alasan mengapa game kompetitif selalu membuat emosi saat dimainkan, namun diminati banyak pemainnya. Hal ini juga pasti pernah kamu rasakan ketika bermain game kompetitif di smartphone secara online bersama teman atau orang lain. Ketika teman satu tim melakukan kesalahan yang mengantarkan pada kekalahan, kamu biasanya akan merespon dengan kesal.

Terlepas dari hal tersebut, bermain game memang seharusnya untuk membuat pikiran rileks dan santai, bukan malah membuat stres dan frustasi. Apalagi jika aktivitas game yang kamu lakukan sudah didukung dengan perangkat gadget seperti smartphone mumpuni. Hal ini jelas melancarkan aktivitas bermain game khususnya dalam meraih kemenangan.

Salah satu pilihan smartphone yang dapat mendukung aktivitas gaming kamu adalah Infinix GT 30. Dengan didukung spesifikasi mumpuni dalam menghadirkan performa kencang, hp Infinix ini bisa melibas berbagai game berat. Jika tertarik, kamu bisa mendapatkannya secara online melalui erafone. Caranya dengan mengunjungi website resmi erafone atau download aplikasinya. Jadi tunggu apalagi? Yuk, temukan produk hp impianmu secara online melalui erafone, sekarang.

Baca juga: 5 Kelebihan Layar HP Lebar yang Perlu Kamu Pertimbangkan



Copyright © 2013-present Magento, Inc. All rights reserved.