Apa itu Overtraining? Kenali Tanda & Bahaya Olahraga Terlalu Sering
Sumber: Peloton
Meningkatnya tren hidup sehat dengan rutin berolahraga memang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya olahraga, sampai-sampai selalu menyisihkan waktu olahraga ditengah kesibukan. Memang benar bahwa olahraga menjadi kunci utama hidup sehat, tetapi kalau berlebihan tentu dampaknya menjadi tidak baik.
Kondisi tersebut dikenal dengan istilah overtraining, ketika seseorang berolahraga secara berlebihan dan justru membuat tubuh menjadi lemah dan performa ikut turun. Belum banyak orang yang paham mengenai apa itu overtraining, padahal banyak dari mereka yang sudah terjebak dalam kondisi ini.
Overtraining bisa terjadi pada siapapun, termasuk kamu yang awalnya menikmati aktivitas olahraga, tetapi ujung-ujungnya jadi memaksakan diri demi mengejar target tanpa memahami batasan tubuh. Sebelum terjebak dalam fenomena overtraining ini, lebih baik kamu memahami penjelasan apa itu overtraining, tanda-tandanya serta bahaya yang mengancam. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa itu Overtraining?
Secara sederhana, overtraining adalah kondisi ketika seseorang melakukan olahraga secara berlebihan melampaui kemampuan tubuhnya. Tubuh terus menerus dipaksa untuk berlatih tanpa diberikan waktu pemulihan atau jeda untuk beristirahat. Fenomena ini cukup sering terjadi, khususnya di kalangan atlet atau para pecinta olahraga yang sedang semangat latihan untuk meningkatkan performanya.
Misalnya dalam satu minggu kamu berlatih selama 7 hari full, pasti ada perasaan bosan serta lelah yang kamu rasakan. Hal itu juga dirasakan oleh organ-organ tubuhmu, termasuk otot, saraf, kaki, semuanya juga ikut merasa lelah. Dampak dari overtraining ini bukan hanya sesaat, tetapi bisa dalam jangka waktu yang panjang.
Jika kamu sudah masuk ke fase overtraining ini, tubuh akan terasa sangat lelah, sehingga setiap sesi latihan rasanya tidak lagi efektif. Alih-alih menjadi lebih kuat, tetapi yang terjadi justru sebaliknya, otot dan sistem saraf kamu justru mengalami kelelahan kronis.
Sumber: Marathon Handbook
Mengapa Overtraining Bisa Terjadi?
Overtraining bisa terjadi pada siapa saja, terutama pada mereka yang sering melakukan aktivitas olahraga. Tetapi, fenomena overtraining ini umumnya terjadi saat seseorang sedang berada di puncak semangat berolahraga. Awalnya niatnya baik, ingin tubuh lebih sehat dan target cepat tercapai, tetapi intensitas latihan justru berlebihan dan tidak diimbangi istirahat yang cukup.
Fenomena ini semakin sering dialami orang seiring dengan naiknya tren olahraga. Selain itu, overtraining juga bisa dipicu oleh ambisi pribadi dan tekanan lingkungan. Mengejar target agar bisa marathon, persiapan ikut kompetisi, atau sekadar gengsi supaya tidak kalah dari teman komunitas. Alasan-alasan tersebut sering membuat seseorang mengabaikan batas tubuhnya.
Kurangnya edukasi juga berperan besar, karena masih banyak yang belum memahami bahwa otot dan stamina justru berkembang saat tubuh beristirahat. Akibatnya, olahraga yang seharusnya menyehatkan berubah menjadi aktivitas yang membuat tubuh sakit.
Baca juga: 7 Gerakan Latihan Beban Tubuh, Bisa Kamu Lakukan Dimana Saja!
Bahaya Overtraining
Ketika tubuh mengalami overtraining, dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Banyak bahaya overtraining yang bisa mengancam kesehatan fisik dan mental kamu. Bahaya yang paling umum terjadi adalah cedera, mulai dari nyeri otot berkepanjangan hingga cedera serius seperti ACL, hamstring strain, hingga cedera olahraga lainnya.
Jika kamu sudah di tahap overtraining ini, meski latihan terasa semakin berat, tapi performa justru menurun dan tubuh terasa semakin lemah. Kondisi ini sering membuat orang bingung karena merasa sudah berusaha keras tetapi hasilnya tidak sebanding. Hal ini pastinya juga berpengaruh pada mental, kamu jadi mudah stres dan lebih emosional.
Bahaya overtraining juga bisa mengganggu kualitas tidur akibat tingginya hormon stres membuat tubuh sulit beristirahat. Sistem imun tubuh juga bisa ikut melemah, sehingga kamu jadi lebih mudah sakit. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu burnout dan membuat kamu kehilangan motivasi untuk berolahraga sama sekali.
Sumber: Sooro
Tanda-Tanda Overtraining
Tentunya overtraining ini bisa kamu hindari salah satunya dengan cara memahami tanda-tanda overtraining. Tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal ketika sudah kelelahan, hanya saja sering kita diabaikan. Dari sisi fisik, tanda yang paling umum adalah performa menurun meski latihan dilakukan secara rutin.
Gerakan yang biasanya terasa ringan menjadi berat, detak jantung cepat meningkat, dan tubuh terasa cepat lelah bahkan sejak pemanasan. Nyeri otot yang tidak kunjung hilang walaupun sudah olahraga beberapa hari sebelumnya. Jangan sepelekan rasa pegal ataupun rasa lelah, karena itu juga menjadi tanda dari tubuh kalau kamu sudah melakukan aktivitas olahraga berlebihan.
Selain fisik, tanda overtraining juga muncul dari kondisi mental. Kamu bisa menjadi lebih mudah stres, moody, dan sulit berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari. Tidur terasa tidak nyenyak dan semangat melakukan hal-hal yang biasanya kamu sukai perlahan menghilang. Jika kondisi ini terjadi bersamaan, besar kemungkinan tubuh dan pikiranmu sedang meminta waktu untuk berhenti sejenak.
Cara Menghindari Overtraining
Dari penjelasan tentang apa itu overtraining dan bahayanya, tentu kamu harus mengupayakan supaya bisa terhindar dari fenomena ini. Kunci utama untuk menghindari overtraining adalah dengan belajar mendengarkan tubuh sendiri. Tidak semua rasa lelah harus dilawan, apalagi jika kamu bukan olahragawan profesional.
Mengurangi intensitas latihan jauh lebih bijak dibanding memaksakan diri hingga cedera. Berikanlah waktu lebih untuk tubuh beristirahat, hal inilah yang bisa membantu meningkatkan performa secara alami. Selain itu, kamu juga bisa membuat jadwal latihan yang seimbang dan bervariasi sesuai kemampuan.
Kombinasikan hari latihan berat dengan latihan ringan atau hari istirahat penuh agar tubuh punya waktu untuk pulih. Jangan lupa dukung aktivitas olahraga dengan asupan nutrisi yang baik dan hidrasi yang cukup. Dengan pola yang seimbang, olahraga akan tetap memberi manfaat maksimal tanpa membahayakan kesehatanmu.
Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu overtraining, bagi kamu yang punya hobi olahraga harus banget memahami fenomena ini. Jangan sampai olahraga yang harus membuat tubuh sehat justru berdampak sebaliknya. Nah, supaya setiap momen olahraga kamu performanya maksimal, kamu bisa menggunakan smartwatch Garmin Forerunner 165.
Di jam tangan ini ada fitur Garmin Coach yang bisa memberikan rekomendasi latihan setiap harinya. Kamu juga bisa memantau kondisi tubuh secara akurat lewat jam tangan ini, ketahui heart rate, HRV status, hingga VO2Max. Jam tangan ini cocok banget yang suka olahraga. Untuk membelinya, kamu bisa mendapatkan melalui Urban Republic.
Dapatkan penawaran harga terbaik, jaminan barang original, dan gratis ongkir ke seluruh Indonesia setiap pembelian di Urban Republic. Pastikan kamu sudah bergabung menjadi member MyEraspace untuk kumpulkan poin yang bisa ditukar ke berbagai pilihan reward menarik!
Baca juga: Ini 6 Perbedaan Exercise dan Olahraga yang Mirip Tetapi Tak Sama!