Mengenal Perbedaan Pilates dan Yoga, Mana yang Lebih Baik?
Sumber: istockphoto
Tidak bisa dipungkiri bahwa pilates dan yoga sekilas tampak sama. Mengingat, keduanya memiliki gerakan yang tidak jauh berbeda yaitu fokus pada latihan fleksibilitas, ketahanan, hingga postur tubuh. Perbedaan pilates dan yoga bisa dilihat dari kapan keduanya diciptakan. Olahraga yoga sendiri sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu di era India kuno dengan fokus pada gerakan yang bisa menghubungkan kesaran manusia dan universal melalui aktivitas fisik.
Sementara pilates, diciptakan oleh ahli anatomi asal Jerman yaitu Joseph Pilates pada 1920-an silam. Fokus olahraga ini adalah keselarasan serta pemusatan konsentrasi, kendali, pernapasan, presisi, hingga aliran tubuh dengan setiap latihannya menggunakan penempatan, ritme, serta pola pernapasan tertentu.
Ditambah gerakan yoga bisa dibilang lebih bervariasi jika dibandingkan pilates yang terdiri dari satu jenis gerakan saja. Selain itu, masih ada perbedaan pilates dan yoga lainnya dalam berbagai hal. Seperti apa perbedaan yang dimaksud? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Metode Latihan yang Digunakan
Perbedaan pilates dan yoga bisa dilihat dari jenis metode latihan yang digunakan. Walaupun keduanya sama-sama menekankan hubungan harmonis antara tubuh dan pikiran, namun terdapat pendekatan berbeda. Yoga fokus pada kesehatan fisik dan spiritual melalui meditasi maupun latihan pernapasan mendalam.
Oleh karena itu, banyak orang memilih yoga ketika menginginkan ketenangan batin dan keseimbangan emosional. Sementara itu, pilates menitikberatkan pada penguatan tubuh melalui gerakan terkontrol. Pilates bertujuan memperbaiki postur dan meningkatkan fungsi tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Fokus pilates terletak pada kekuatan inti, fleksibilitas, dan kontrol otot sehingga membuat olahraga ini pilihan tepat untuk meningkatkan kebugaran tanpa unsur spiritual. Selain itu, pilates memiliki variasi kelas berdasarkan kebutuhan peserta seperti untuk menurunkan berat badan atau mengencangkan otot. Sedangkan yoga memiliki tujuan lebih menyeluruh dengan fokus membangun kekuatan tubuh sambil mencapai ketenangan pikiran melalui meditasi dan konsentrasi.

Sumber: istockphoto
Kebutuhan Akan Alat yang Digunakan
Lanjut ke perbedaan pilates dan yoga berikutnya terdapat pada penggunaan alat bantu. Dalam yoga, perlengkapan yang dibutuhkan lebih sederhana seperti matras sebagai alas agar tubuh tetap stabil dan tidak mudah tergelincir ketika melakukan berbagai pose. Selain itu, ada juga alat tambahan seperti yoga block dan yoga strap.
Yoga block membantu menyempurnakan pose yang masih sulit dijangkau dan yoga strap berguna untuk mempertahankan postur sehingga tetap berada pada posisi benar. Meski ada beberapa alat bantu, penggunaannya tidak wajib sehingga yoga tetap terasa praktis dan minimalis. Sedangkan untuk pilates menghadirkan pengalaman latihan lebih bervariasi berkat beragam pilihan alat bantu.
Banyak gerakan pilates yang semakin efektif jika menggunakan alat bantu seperti foam roller, pilates ring, resistance band, gym ball, hingga toning ball. Setiap alat memiliki peran spesifik untuk menambah beban, melatih fleksibilitas, dan meningkatkan stabilitas tubuh. Bedanya pilates dan yoga berdasarkan jenis alat bantu ini tentu menjadi bahan pertimbangan kamu dalam memilih mana olahraga yang sesuai dengan kebutuhan.
Baca juga: 7 Rekomendasi Makanan Tinggi Protein untuk Bangun Massa Otot
Teknik Pernapasan yang Digunakan
Perbedaan pilates vs yoga berikutnya bisa dilihat dari teknik pernapasan yang digunakan keduanya. Walaupun sama-sama memanfaatkan pola napas yang mendukung gerakan, tujuan dan caranya berbeda. Dalam yoga, pernapasan sebagai pondasi untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa. Pernapasan dilakukan sepenuhnya melalui hidung, baik saat menarik maupun menghembuskan napas.
Cara ini membantu menenangkan sistem saraf dan menciptakan rasa rileks selama bergerak. Pernapasan mendalam menjadi bagian penting dalam proses meditasi untuk membuat peserta mencapai ketenangan batin. Sedangkan pilates menggunakan teknik pernapasan sedikit berbeda dan umum digunakan dalam olahraga modern.
Kamu diminta menarik napas lewat hidung, lalu menghembuskannya melalui mulut secara terkontrol. Cara ini membantu memberikan suplai oksigen optimal ketika tubuh melakukan gerakan yang memang membutuhkan stabilitas dan kekuatan. Ritme napas menjadi salah satu kunci agar latihan pilates terasa lebih efektif. Sederhananya, yoga menekankan ketenangan dan kedalaman napas untuk mencapai relaksasi dan pilates fokus pada efisiensi gerakan dengan pola napas teratur.
Fleksibilitas Pilates dan Yoga
Bedanya pilates dan yoga berikutnya ada pada tingkat fleksibilitas keduanya. Banyak orang mungkin mengira bahwa senam lantai selalu menuntut fleksibilitas tinggi yermasuk yoga dan pilates. Padahal tingkat fleksibilitas yang dibutuhkan dari masing-masing latihan ternyata berbeda. Walaupun melibatkan gerakan tubuh terkontrol, namun tingkat kesulitannya tidak selalu sama.
Bagi pemula, pilates biasanya menjadi pilihan lebih ramah karena gerakan dirancang untuk meningkatkan kekuatan inti maupun keseimbangan tanpa menuntut kelenturan ekstrem di awal. Bahkan, pilates bisa membantu dalam membangun fleksibilitas secara bertahap seiring dengan rutinitas latihan dilakukan.
Sedangkan yoga terlihat santai dan menenangkan, namun beberapa pose membutuhkan tingkat kelenturan cukup tinggi. Gerakan seperti backbend atau pose keseimbangan tertentu bisa terasa menantang bagi pemula. Walaupun tetap bisa dilakukan, proses adaptasinya mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Perbedaan fleksibilitas ini membuat pengalaman yoga dan pilates terasa cukup berbeda.

Sumber: istockphoto
Perbedaan Berdasarkan Manfaatnya
Perbedaan pilates dan yoga yang terakhir bisa dilihat berdasarkan manfaatnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tujuan dari kedua olahraga ini cukup berbeda sehingga manfaat yang dihasilkan juga jelas berbeda. Adapun manfaat dari olahraga pilates, di antaranya sebagai berikut:
- Meningkatkan keseimbangantulang belakang untuk mendukung postur lebih baik.
- Mampu meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan ototkhususnya bagian perut, punggung bawah, pinggul, serta bokong.
- Kekuatan otot di kedua sisi tubuh menjadi seimbang dan kontrol otot punggung serta anggota badan.
- Terhindar dari cedera sendi maupun tulang belakang.
- Meningkatkan keseimbangan fisik yang mencegah cedera muskuloskeletal.
- Merelaksasi bahu, leher, serta punggung atas.
Sementara itu, yoga menawarkan banyak manfaat dengan fokus ke aktivitas meditasi serta pengelolaan stres, di antaranya sebagai berikut:
- Membuat tekanan darahmenjadi normal.
- Sirkulasi darah meningkat dan mempercepat proses pencernaan.
- Ketegangan otot dan sendimaupun rasa kaku hilang sehingga meningkatkan fleksibilitas
- Mengurangi nyeri di bagian punggung sekaligus memperbaiki postur.
- Menghilangkan ketegangan otot.
- Membantu menenangkan sistem saraf.
- Membuat konsentrasi dan energi menjadi lebih baik
- Mengurangi stres, kecemasan, serta kelelahan.
Itu dia sejumlah perbedaan pilates dan yoga yang penting untuk kamu ketahui ketika akan memilih di antara keduanya. Terlepas dari perbedaan, kedua olahraga ini sama-sama memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan sehingga kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Apalagi jika olahraga ini didukung dengan perangkat gadget seperti smartwatch.
Salah satu pilihan smartwatch yang dimaksud adalah Garmin Vivomove Sport. Tentunya, kamu bisa mendapatkan smartwatch Garmin ini secara online melalui Urban Republic. Caranya dengan mengunjungi website resmi Urban Republic. Jadi tunggu apalagi? Yuk, dapatkan smartwatch andalanmu secara mudah hanya di Urban Republic, sekarang.
Baca juga: 6 Event Lari Terbesar di Indonesia yang Paling Ditunggu Para Pelari!