Antara Touch ID vs Face ID, Pilihan Mana yang Lebih Aman?

Antara Touch ID vs Face ID, Pilihan Mana yang Lebih Aman?

Sumber: Context 

Ketika mau membuka handphone, kamu pasti harus melewati lock screen yang biasanya dikunci, baik itu menggunakan touch ID ataupun face ID. Dalam dunia sistem keamanan smartphone, kedua metode ini jadi cara terbaik untuk melindungi informasi dan keamanan data dalam handphone. 

Kedua sistem keamanan ini sudah dirancang agar hanya pemilik handphone saja yang bisa membuka, karena keduanya pakai mengusung konsep biometrik yang unik. Berbeda dengan password atau kode nomor yang bisa ditebak dan diketahui orang banyak. Tetapi antara touch ID vs face ID masih sering dibandingkan dan diperdebatkan, untuk menentukan pilihan mana yang lebih baik dan aman. 

Walaupun fungsinya sama-sama untuk melindungi dan meningkatkan keamanan data, tetapi ada beberapa kelebihan serta kekurangan di antara keduanya. Kalau kamu ingin memberikan perlindungan terbaik untuk handphone milikmu, coba simak penjelasan lengkap tentang perbandingan touch ID vs face ID berikut ini! 

Apa itu Touch ID vs Face ID
Sebelum memahami lebih dalam tentang perbandingan touch ID dan face ID, kamu harus memahami tentang pengertian keduanya. Touch ID adalah sistem keamanan biometrik yang mengandalkan sidik jari untuk membuka perangkat. Sedangkan face ID menggunakan sistem pengenalan wajah yang memproyeksikan ribuan titik inframerah untuk memetakan struktur wajah. 

Konsep touch ID atau fingerprint sudah lebih dahulu digunakan di perangkat smartwatch. Baru menyusul face ID yang baru diperkenalkan pada perangkat iPhone X keluaran tahun 2017. Keduanya sama-sama mengandalkan keamanan biometrik, yaitu teknologi yang menggunakan data biologis unik setiap manusia untuk proses autentifikasi. Kode biometrik setiap orang pasti berbeda dan unik. 

Sumber: Sanook

Tingkat Akurasi
Jika dilihat dari sisi akurasi, face ID memiliki tingkat kesalahan atau false acceptance rate yang lebih rendah dibanding touch ID. Touch ID punya kemungkinan salah sekitar 1 banding 50.000, artinya masih ada peluang kecil sidik jari yang mirip bisa membuka perangkat. Hal ini bisa terjadi karena pemindaian sidik jari tidak selalu menangkap detail secara menyeluruh. 

Sedangkan, face ID memiliki tingkat kesalahan sekitar 1 banding 1.000.000, lebih sedikit potensinya karena lebih akurat dalam membedakan identitas pengguna. Sistem yang dikembangkan pada face ID juga terus belajar melalui teknologi machine learning, sehingga tetap bisa mengenali wajah meskipun ada perubahan seperti rambut tumbuh atau kumis dicukur. 

Berbeda dengan Touch ID yang mengharuskan kamu memindai ulang jika ada luka atau perubahan signifikan pada jari. Dalam jangka panjang, Face ID cenderung lebih adaptif terhadap perubahan fisik pengguna.

Teknologi di Baliknya
Antara touch ID vs face ID, keduanya punya teknologi yang berbeda di baliknya. Touch ID bekerja dengan teknologi pemindaian 2D yang membaca pola garis pada permukaan sidik jari. Sistem ini pada dasarnya memetakan detail tekstur kulit sebagai gambar datar. Teknologi 2D pada touch ID akan membaca pola, bukan volume. 

Sebaliknya, face ID menggunakan teknologi pemetaan wajah 3D yang jauh lebih kompleks. Sistem ini memproyeksikan ribuan titik inframerah untuk membaca kontur wajah, kedalaman mata, lekukan hidung, hingga struktur tulang pipi. Wajah diperlakukan sebagai objek bervolume, bukan sekadar gambar saja. Berkat itu, face ID tidak bisa dibuka hanya dengan foto atau video biasa.

Kemudahan Penggunaan
Perbandingan touch ID & face ID juga bisa dilihat dari sisi kemudahan penggunaannya. Touch ID mengharuskan kamu menyentuhkan jari ke sensor, akan cukup repot jika tangan basah, berminyak, atau sensor kotor. Namun dalam kondisi ideal, touch ID bisa membuka perangkat dengan sangat cepat. Bahkan tanpa melihat layar, kamu bisa membuka ponsel langsung dari dalam kantong.

Sedangkan, face ID menawarkan sistem hands-free yang terasa lebih praktis. Kamu hanya perlu mengarahkan kamera depan ke wajah dan perangkat akan terbuka otomatis. Sistem ini juga bisa mengenali wajah saat kamu memakai kacamata, topi, atau masker. Meski begitu, proses pemindaian wajah membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca seluruh kontur wajah sebelum benar-benar terbuka.

Baca juga: Sejumlah Contoh Password Lemah, Namun Masih Banyak Digunakan

Potensi Pemalsuan
Dalam aspek keamanan terhadap pemalsuan dan keamanan data, kedua sistem keamanan ini memiliki risiko masing-masing. Touch ID bisa saja disalahgunakan jika seseorang menempelkan jarimu saat kamu tidur atau tidak sadar. Oknum tidak bertanggung jawab juga bisa membuat replika sidik jari untuk bisa membuka akses. Tetapi keuntungannya, sidik jari setiap orang pasti berbeda, bahkan diantara orang yang kembar identik juga tetap berbeda.

Sebaliknya, face ID relatif lebih aman terhadap metode sederhana seperti foto atau video. Sistem kedalaman 3D membuatnya tidak bisa ditipu hanya dengan gambar datar. Selain itu, perangkat mengharuskan mata terbuka agar bisa mengakses sistem, sehingga lebih aman saat kamu tertidur. Meski demikian, pada kasus kembar identik atau wajah yang sangat mirip, kemungkinan terbuka tetap ada meskipun jarang terjadi.

Sumber: Vox

Penggunaan di Kondisi Tertentu
Ada keterbatasan atau kekurangan diantara touch ID vs face ID. Touch ID memiliki keterbatasan, terutama ketika jari terluka, tergores, atau terlalu kering, sistem bisa gagal mengenali sidik jari dan kamu perlu mendaftarkan ulang. Tangan yang basah atau sensor yang kotor juga dapat mengganggu proses autentikasi. 

Dalam kondisi tertentu, face ID juga memiliki tantangan tersendiri. Pada beberapa perangkat, pencahayaan yang sangat rendah atau penggunaan aksesori tertentu bisa memengaruhi autentifikasi, kamu jadi tidak bisa masuk.  Artinya, baik touch ID vs face ID sama-sama memiliki keterbatasan tergantung situasi penggunaan.

Pilihan Mana yang Lebih Aman?
Jika berbicara secara teknis, face ID unggul dalam hal sensor dan tingkat akurasi. Teknologi pemetaan wajah 3D membuatnya lebih sulit dipalsukan dan lebih adaptif terhadap perubahan pengguna. Kalau kamu sangat memprioritaskan keamanan data tingkat tinggi, Face ID menjadi pilihan yang lebih kuat. Sistem ini dirancang untuk membaca lebih banyak detail biometrik.

Namun, touch ID tetap tergolong sangat aman untuk penggunaan sehari-hari. Banyak pengguna menyukai kecepatannya dan kemudahan akses tanpa harus mengarahkan layar ke wajah. Bahkan kini banyak smartphone, khususnya Android, yang menyediakan kedua sistem sekaligus. Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan, kebiasaan, dan preferensi keamanan. 

Perbandingan touch ID & face ID ini bisa jadi pertimbangan untuk kamu yang masih bingung mau memilih sistem keamanan yang mana. Untuk meningkatkan keamanan, pastikan juga kamu memiliki handphone yang punya sistem keamanan terbaik. Salah satunya Samsung Galaxy A55 yang sudah dilengkapi sistem keamanan Samsung Knox Vault bersertifikasi EAL 5+.

Sistem keamanan ini dirancang untuk melindungi informasi sensitif, seperti PIN, kata sandi, dan pola. Menggunakan handphone jadi lebih tenang karena pasti data selalu aman. Tidak perlu bingung harus mendapatkan handphone ini dimana, karena kamu bisa membelinya melalui Eraspace

Ada potongan harga menarik yang bisa kamu nikmati kalau membeli di website atau aplikasi Eraspace. Nikmati pula penawaran gratis ongkir, jaminan barang original, dan berbagai promo menarik lainya hanya di Eraspace

Baca juga: Perhatikan 5 Hal Ini Untuk Menjaga Keamanan Data di Instagram



Copyright © 2013-present Magento, Inc. All rights reserved.